Sejarah

Thursday, June 15 th, 2017, 11:56 am

  • null

    H. Eelsing

    Pemimpin pertama Opleading School Der Advent Zending di daerah Tjimindi, memimpin tahun 1929 hingga 1931

  • null

    L. M. D. Wortman

    Memimpin sekolah sejak 1931 hingga 1942. Ketika sekolah ditutup akibat perang, Wortman ditangkap dan dipenjara hingga akhir hayatnya tahun 1944.

  • null

    I. C. Schmidt

    Menjadi pemimpin pada tahun 1949

  • null

    Alvin M. Bartlett

    Menjadi pemimpin pada tahun 1949 hingga 1953. Pada masa kepemimpinannya sekolah mulai menyelenggarakan program pendidikan tinggi.

  • null

    B. A. Aaen

    Menjabat tahun 1953 – 1955. Kemudian memimpin kembali pada tahun 1957 – 1962. Dimasanya kampus dipindahkan ke daerah parongpong

  • null

    L. A. Benzinger

    Menjabat sebagai pemimpin sekolah menggantikan B. A. Aaen pada periode tahun 1955 hingga tahun 1957.

  • null

    Percy Paul

    Menjabat pimpinan 1962 hingga 1963. Pada masa kepemimpinannya Perguruan Tinggi Advent Didaftarkan ke Departemen Pendidikan RI.

  • null

    Bryce Newell

    Memimpin sekolah menggantikan Percy Paul dari periode 1963 hingga tahun 1965

  • null

    H. Eelsing

    Pemimpin pertama Opleading School Der Advent Zending di daerah Tjimindi, memimpin tahun 1929 hingga 1931

  • null

    L. M. D. Wortman

    Memimpin sekolah sejak 1931 hingga 1942. Ketika sekolah ditutup akibat perang, Wortman ditangkap dan dipenjara hingga akhir hayatnya tahun 1944.

  • null

    I. C. Schmidt

    Menjadi pemimpin pada tahun 1949

  • null

    Alvin M. Bartlett

    Menjadi pemimpin pada tahun 1949 hingga 1953. Pada masa kepemimpinannya sekolah mulai menyelenggarakan program pendidikan tinggi.

  • null

    B. A. Aaen

    Menjabat tahun 1953 – 1955. Kemudian memimpin kembali pada tahun 1957 – 1962. Dimasanya kampus dipindahkan ke daerah parongpong

  • null

    L. A. Benzinger

    Menjabat sebagai pemimpin sekolah menggantikan B. A. Aaen pada periode tahun 1955 hingga tahun 1957.

  • null

    Percy Paul

    Menjabat pimpinan 1962 hingga 1963. Pada masa kepemimpinannya Perguruan Tinggi Advent Didaftarkan ke Departemen Pendidikan RI.

  • null

    Bryce Newell

    Memimpin sekolah menggantikan Percy Paul dari periode 1963 hingga tahun 1965

null

Balai Latihan Tjimindi, Bandoeng (1929)

Pada 29 November 1929, secara resmi dibuka Opleiding School Der Advent Zending, sebuah balai latihan di daerah Cimindi Bandung dengan murid awal sebanyak 10 orang. Kemudian balai latihan tersebut berkembang dengan dibelinya sebuah rumah sederhana untuk digunakan sebagai ruangan belajar bagi pelatihan guru-guru agama dan penjual buku-buku Advent. Pada saat itu sekolah dipimpin oleh H. Eelsing, dibantu oleh tenaga pengajar yakni L. M. D. Hotman dan K. Mandias.

null

DIPLOMA Guru & Guru Alkitab (1931)

Pada tahun 1931 sekolah sudah sedemikian berkembang, jumlah muridpun sudah meningkat. Pihak sekolah dihadapkan pada permasalahan kurangnya dana serta fasilitas dalam melakukan aktivitas belajar dan mengajar. Pada Tahun ini juga diselenggarakan pendidikan formal yang setara dengan pendidikan SMP. Pendidikan ini ditempuh untuk memperoleh diploma Guru dengan gelar ``Hollandse Indische Kweekschool`` serta bagi Guru Alkitab dengan gelar ``Meer Uitgerbreid Lager Onderwijs``.

null

Pindah ke Gadobangkong (1938)

Pada tahun 1938, pihak sekolah akhirnya membeli sebidang tanah di daerah Gadobangkong. Kemudian dilakukan pembangunan fasilitas sekolah seperti ruangan kelas yang layak pakai serta ruang kantor. Kemudian sekolah dipindahkan dari Cimindi ke Gadobangkong.

Perang : Pimpinan Sekolah ditangkap, Sekolah ditutup (1942)
Perang Dunia II juga berdampak pada perkembangan sekolah pada waktu itu. Keadaan ditanah air yang tidak menentu akibat dari perlawanan rakyat kepada penjajah waktu itu memaksa untuk ditutupnya sekolah secara sementara. Bersamaan dengan ditutupnya sekolah, pimpinan sekolah waktu itu L. M. D Wortman ditangkap, dan kemudian dipenjarakan di Cimahi hingga akhir hayatnya pada tahun 1944.
Re-Opening : Seklah dibuka kembali, Program Junior College (1945)
Pada tahun 1945, tepatnya tanggal 19 agustus sekolah kembali dibuka dengan ningkatkan program pendidikan menjadi Junior College yaitu program pendidikan 2 tahun di atas SLTA. Program ini disesuaikan dengan sistem pendidikan Advent di Seluruh dunia.
Indonesia Union Seminary (1948)
Pada 16 Agustus 1948 sekolah resmi dibuka kembali dengan nama Indonesia Union Seminary. Pada saat itu pimpinan sekolah dijabat oleh I. C. Schmidt. Dilakukan perbaikan ruang belajar, ruang kantor dan fasilitas lainnya yang rusak akibat perang. Dan sekolah melanjutkan aktivitas secara normal dengan 45 orang siswa.
Program Pendidikan Tinggi (1949)
Tahun 1949 dibawah pimpinan A. M. Bartlett, Indonesia Union Semenary menyelenggarakan program pendidikan tinggi. Bersama dengan itu juga dibuka program pendidikan empat tahun pendidikan sekolah menengah, yang kemudian dikembangkan menjadi program enam tahun sesuai dengan Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Lulusan Pertama (1951)
Pada tahun 1951 program pendidikan bergelar diploma menghasilkan 6 orang lulusan pertama. Mereka adalah Albert Mamora, Marben Siburian, Roul H. Tauran, Bongitan Silaen, Jan Hutauruk, dan Saidi Pandjaitan.
Sekolah Perawat (1953)
Tahun 1952 Indonesia Union Semenary membuka Sekolah Perawat serta bekerja sama dengan Rumah Sakit Advent Bandung dalam penyelenggaraannya.

Bekas kandang ternak dan sebuah harapan besar

Pada saat kampus diindah ke Parongpong. Indonesia Union Seminary memiliki 3 Jurusan, yaitu Keperawatan, Kependetaan dan Keguruan. Ruang kelas merupakan tiga bangunan bekas kandang ternak sapi dan kuda yang disewa dari penduduk setempat. Asrama dan perumahan guru berada di dekat Curug Cimahi, sehingga setiap harinya mereka harus berjalan melewati sungai untuk pergi berkuliah. Masa ini merupakan masa sulit yang harus dilalui oleh para siswa dan guru.

null

1953

Parongpong Tjisarua, Bandoeng

Pada tahun 1953 sekolah dipimpin oleh Benard A. Aaen. Untuk mengantisipasi pengembangan program akademis dan jumlah mahasiswa, pada masa kepemimpinan Benard A. Aaen, badan pengelola Indonesia Union Seminary memberi lahan seluas 22,9 hektar di daerah Parongpong, Cisarua Bandung. Kemudian kampus IUS di Gadobangkong dipindahkan lokasi baru tersebut. Di lokasi inilah kampus IUS berkembang hingga menjadi kampus UNAI

null

Bangunan-bangunan ditengah kabut parongpong (1954)

Pada 1954 pembangunan ruang asrama selesai dan mulai digunakan tepatnya pada 30 Juli 1954 dengan nama ``Anyelir``. Bangunan lainnya yang selesai dan mulai digunakan adalah 7 bangunan untuk rumah dosen, 3 rumah ``Section II`` yang digunakan untuk perumahan tenaga asing dan 4 buah rumah ``Section I`` untuk perumahan tenaga lokal. Pada September 1954 gedung perkantoran dan ruang kuliah ``Hilltop`` selesai dibangun dan mulai dipergunakan.

Lulusan perawat Pertama (1955)
Pada tahun 1955 tercatat 5 orang lulusan pertama dari sekolah keperawatan, pada tahun ini sekolah dikepalai oleh Leroy A. Benzinger. Ditahun ini program pendidikan bekerja ditingkatkan, disesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia.
null

Boys Dormitory (1957)

Pada Maret 1957 pembangunan asrama putra yang dikenal dengan nama ``Boys Dormitory`` akhirnya selesai dan mulai digunakan. Hal ini diikuti pula dengan selesainya pembangunan sebuah bangunan yang menjadi kamar makan, dapur dan perpustakaan

  • null

    George H. Fisher

    Pimpinan pada tahun 1965-1970. Banyak dilakukan pembangunan fisik sekolah dan perubahan menjadi Institut Theologia dan Keguruan Advent

  • null

    Amos Simorangkir

    Sebagai orang berkebangsaan Indonesia pertama memimpin sekolah 1970-1974. Merintis pembukaan lapangan kerja dilingkungan kampus.

  • null

    Donald R. Halenz

    Menjabat pada Tahun 1974

  • null

    Roul H. Tauran

    Memimpin lembaga sekolah dari tahun 1974 hingga 1975. Meneruskan pembangunan fisik di kampus, penyediaan asrama dan rumah dosen.

  • null

    R. A. Nainggolan

    Menjabat Rektor 1975-1979. Mendirikan fasilitas tambahan asrama putri, perumahan dosen dan merried student serta ADRA.

  • null

    U. Aritohang

    Menjabat pimpinan tahun 1979-1981. Perubahan nama ITKA menjadi Universitas Advent Bandung.

  • null

    Boaz J. Dompas

    Menjabat Rektor selama masa 1982. Pergantian nama UNABA menjadi Universitas Advent Indonesia.

  • null

    George H. Fisher

    Pimpinan pada tahun 1965-1970. Banyak dilakukan pembangunan fisik sekolah dan perubahan menjadi Institut Theologia dan Keguruan Advent

  • null

    Amos Simorangkir

    Sebagai orang berkebangsaan Indonesia pertama memimpin sekolah 1970-1974. Merintis pembukaan lapangan kerja dilingkungan kampus.

  • null

    Donald R. Halenz

    Menjabat pada Tahun 1974

  • null

    Roul H. Tauran

    Memimpin lembaga sekolah dari tahun 1974 hingga 1975. Meneruskan pembangunan fisik di kampus, penyediaan asrama dan rumah dosen.

  • null

    R. A. Nainggolan

    Menjabat Rektor 1975-1979. Mendirikan fasilitas tambahan asrama putri, perumahan dosen dan merried student serta ADRA.

  • null

    U. Aritohang

    Menjabat pimpinan tahun 1979-1981. Perubahan nama ITKA menjadi Universitas Advent Bandung.

  • null

    Boaz J. Dompas

    Menjabat Rektor selama masa 1982. Pergantian nama UNABA menjadi Universitas Advent Indonesia.

  • null

    R. A. Hutagaol

    Menjabat Rektor pada periode 1982-1990. Lalu kemudian menjabat kembali pada periode 1992-2002.

  • null

    Tigor L. Tobing

    Menjabat Rektor pada periode 1990-1992

  • null

    Canadian Z. Panjaitan

    Manjabat Rektor pada periode 2002-2010

  • null

    Reymand Hutabarat

    Menjabat Rektor pada Tahun 2010, menggantikan Bpk. Canadian Panjaitan.

1960

Perguruan Tinggi Advent
Gelar BA & Gedung Administrasi 3 tingkat

Tahun 1960 nama Indonesia Union Seminary diganti menjadi Perguruan Tinggi Advent. Program pendidikan 2 tahun (Junior College) ditingkatkan menjadi bachelor of Arts (BA) yang meliputi Jurusan Kependetaan, Keguruan dan Administrasi Bisnis. Pada tahun 1960 pula sebanyak 22 mahasiswa berhasil meraih gelar BA. Dan pada tahun ini gedung administrasi yang direncanakan dibangun dengan dua tingkat dapat diselesaikan menjadi 3 tingkat.

1962

Program Kependetaan

Pada 1962, tepatnya tanggal 4 Desember 1962 permohonan Perguruan Tinggi Advent atas program pendidikan kependetaan disetujui oleh Divisi Timur Jauh yang berkedudukan di Singapura. Program pendidikan ini dapat diselesaikan dalam waktu 4 tahun.

1962

Resmi Terdaftar di Pemerintah

Pada 5 Desember 1962. Percy Paul sebagai pemimpin sekolah mendaftarkan Perguruan Tinggi Advent pada Departemen dan Kebudayaan Indonesia

1963

Sarjana Muda

Tahun 1963 Perguruan Tinggi Advent menyelenggarakan program pendidikan 4 tahun, setara dengan program pendidikan Sarjana Muda di luar negeri. Pada masa ini dibawah kepemimpinan George H. Fisher, sebagai pimpinan ke-10 lembaga. PTA memiliki program pendidikan Sarjana Muda untuk program studi Kependetaan, program studi Pendidikan, dan program studi Ekonomi.

1968

New Boys Dorm

Pada 1965 dibangun asrama putra yang baru dan dapat diselesaikan pada 1968 terdiri dari tiga lantai, dikenal dengan nama NEW BOYS DORM. Beberapa perumahan staf dan dosen juga dibangun pada tahun ini.

1968

First Bus

Tahun 1968 Perguruan Tinggi Advent mendapatkan sumbangan beberapa kendaraan bus sekolah dari S. Robinson yang menjadi armada pertama yang dimiliki PTA.

1970

Institut Theologia dan Keguruan Advent

Tahun 1970 secara resmi nama Perguruan Tinggi Advent diubah menjadi Institut Theologia dan Keguruan Advent.

1970

Rektor berkebangsaan Indonesia

Pada tahun 1970, jabatan rektor dipegang oleh Amos Simorangkir, sebagai orang Indonesia Pertama yang memangku jabatan sebagai pemimpin lembaga. Sejak saat itu hingga seterusnya lembaga selalu dipimpin oleh orang berkebangsaan Indonesia.

1970

Hancock By Pass

Tahun 1970 dibuat jalan di dalam kampus yang diberi nama Hancock By Pass serta air terjun buatan untuk menambah keindahan kampus, sebuah klinik untuk warga ITKA, 4 buah rumah staf dosen serta 2 buah dupleks.

1970

Peternakan Ayam hingga Pabrik Roti

Pada masa kepemimpinan Amos Simorangkir, lapangan pekerjaan bagi mahasiswa mulai dirintis dengan dibuatnya pabrik roti, salon pangkas rambut, pabrik tahu, kebun sayuran, penjahit pakaian, binatu, penjilidan buku, peternakan ayam dan sapi. Jumlah mahasiswa pada saat itu berjumlah 204 orang.

1974

Asrama berlantai dua

Tahun 1974 pimpinan lembaga dipegang oleh R. A. Nainggolan. Didirikan fasilitas tambahan berupa asrama berlantai dua, perumahan dosen, perumahan merried-student dan Adventist Development and Relief Agency (ADRA).

1981

Universitas Advent Bandung

Tahun 1981 nama IKTA diganti menjadi Universitas Advent Bandung (UNABA). Kemudian secara resmi pada 2 November 1981 melaluki SK Mentri Pendidikan & Kebudayaan RI No. 0338/0/1982 tertanggal 2 November 1982 disahkan penggantian nama menjadi Universitas Advent Indonesia (UNAI) yang kita kenal sekarang.

X